Sahabat SMP Gue Alien ?


Warning : Membaca Blog ini dapat menyebabkan iritasi mata, IQ menurun drastis, tubuh morontah-rontah dan muncul gejala-gejala baper berkepanjangan.


Dilarang baca blog ini kecuali anda seorang Alayers


 Masa SMP atau bisa dibilang masa alay jadi-jadian gue penuh dengan hal-hal yang tak bisa diukur oleh akal nalar logika manusia normal. Meskipun loe punya IQ 300 pun masih belum cukup, persyaratannya loe musti bertapa 1 bulan 1 hari 1 malam di gua Jepang lalu lanjut berendam di 7 solokan terbau yang penuh limbah dan sampah.

 Setelah itu kalian harus pergi transit dari bandara internasional Cileunyi dengan tujuan Zimbabwe. Sesampainya di Zimbabwe, lalu kalian tinggal menunggangi seekor chetah (biar cepat sampe). Hati-hati kalo chetahnya dalam keadaan laper, karena loe bisa aja jadi santapan makan siangnya. Makanya loe harus bawa & siapin makanan kesukaannya yaitu daging rendang bumbu Padang (favorit dia banget tuh).

 Kalo chetahnya udah dikasih makan makanan favoritnya itu, si chettah sekejap langsung berenergi dan nggak mager lagi buat nganter loe, dan juga biar nggak memangsa loe juga. Hati-hati juga kalo chetahnya lagi Pms. Soalnya galaknya hampir sama kayak cewek kalo lagi Pms. Waktu tempuh nggak terlalu lama dan sampailah dipedalaman Kota Wekawekaweka Afrika.

 Kenapa harus ke sono ? Karena biar loe stres dan gila kayak gue karena bertahun-tahun mencoba nanya alamat sama salah seorang dari kota Wekawekaweka tapi nggak nyambung-nyambung...
Gue pake bahasa Sunda, sedangkan dia pake bahasa Zimbabwe.
Gimana nggak stres coba...

Oh iya, waktu gue trip ke Afrika, gue ketemu pemain bola Michael Essien yang lagi pulang kampung libur lebaran dan lagi sungkeman sama keluarga besarnya. Gue tadinya mau minta foto bareng sama dianya, tapi Hp gue lowbat kala itu. Sialnya, powerbank gue jatuh saat gue dikejar tawon afrika. Dan sialnya lagi nggak ada colokan listrik satu pun disana. Masa gue harus nyolokin chargernya ke lubang hidung banteng, nanti gue bisa diuber. Jadi sorry, gue nggak bisa nunjukin fotonya.

Oh iya ini wajib, jangan lupakan sepulangnya dari Afrika bawa oleh-oleh kulit Badak bercula yang super duper tebal buat bahan dibikin selimut biar tetap hangat walaupun tanpa doi (nah, malah baper kan).

 Dan tercatat di Guiness book of Record bahwa gue itu penulis blog paling banyak yang membuat para pembacanya jadi ikutan gila karena baca tulisan gue. Dan nggak ada bisa melampaui rekor tersebut sampai saat ini. Untuk kalian yang nggak mau ketularan sama kegilaan gue ini mending dari sekarang loe Out dari blog ini. Karena kegilaan gue ini nggak ada obat juga penawarnya.

Kembali ke Tanktop...

Eh maksudnya kembali ke Laptop

Eh maksudnya kembali Judul (kembali ke laptop udah nggak tayang lagi di Tv)

 Saat masa SMP, gue ini siswa yang cukup smart (bukan sombong, tapi emang kenyataan) tapi smart dalam bidang kealayan. Bisa kalian bayangkan penampilan gue dimasa itu. Gue dengan paras ala-ala Boy Band Kroya, lalu dengan baju seragam dekil tapi trend kekinian, rambut gondrong walaupun banyak kutu tapi tetap wangi, Tas warna hitam aura gelap dengan dipadukan stiker barbie, sepatu mengkilap terang (ada lampunya), Sekujur tubuh gue dilumuri minyak telon dan minyak kayu putih, DLL.

 Karena hal-hal itulah mungkin yang membuat teman-teman sebaya gue itu pada nggak mau temenan sama gue. Tapi untungnya ada juga yang mau aja ngedeketin gue untuk jadi temannya. 1 teman itu deket banget ama gue, saking deketnya kita selalu ke toilet sekolah bareng (yang ngira gue homo...gue tampol). Ngga hanya selalu bareng ke Toilet, tapi kemanapun dia atau gue pergi, pasti selalu bersamaan kayak suami istri. Gue nggak habis pikir, kok dia mau ya temenan sama gue yang orangnya nggak jelas ini.

Ternyata, setelah lama kelamaan gue menyadari ada yang aneh sama sahabat gue ini. Dan setelah gue teliti dengan kekuatan otak Sherlock Holmes, terkuaklah bahwa ternyata sahabat gue ini berasal dari planet Mars...

Anjrit...pantesan dia kayak aneh-aneh gitu. Kemungkinan dia merantau dari Mars gara-gara emaknya nggak ngizinin dianya maenan Facebook. Soalnya harga kuota di Mars lebih mahal dibanding harga HPnya.

 Pantes aja di Facebooknya tertulis alamatnya di jalan Nebulous, terus status hubungannya melayang tanpa gravitasi, pekerjaannya memetik bintang, kutipan favoritnya "ambilkan bulan bu", dan yang lebih mencengangkan lagi adalah gue liat status lamanya bertuliskan

 "Pulang pergi Mars ke Pluto naek Gojek kok bayarnya mahal ya ? Apa karena banyak komet akhir-akhir ini".
Dan ada foto selfie dia lagi di luar angkasa (sebenarnya itu foto editan). (Dia itu hobi jadi astronot, jadi menyukai hal-hal berbau luar angkasa)

Terlebih lagi saat kita duduk sebangku. Saat itu Pak Guru menyuruh untuk menulis yang ada dipapan tulis. Keadaan begitu sunyi karena teman-teman yang lainpun juga sibuk menulis. Lalu gue nggak sengaja nengok tulisan teman gue. Dan yang mencengangkan...
Ternyata dia bisa nulis bahasa Alien (tulisan ceker ayam yang acak-acakan).

Anjrit gue ngga habis pikir, gimana cara bacanya ?
Jujur, untuk pertama kalinya gue ngeliat tulisan seaneh itu. Dan nggak bisa gue baca sama sekali. Gue nanya ke temen gue itu

 "Itu tulisan apa ? Kok nggak kebaca ?"

 Dia ngewaro.

"Gue aja nggak bisa ngebacanya".

Hmmm, gue curiga dia itu lagi menyembunyikan fakta, bahwa dia itu lagi nulis pesan sama teman sesama Aliennya yang nggak bisa gue ngertiin.

Lalu saat kita di Kantin sekolah. Gue rencananya mau beli cemilan buat ganjel perut gue yang mulai bernyayian selilosa. Gue tertarik sama chiki berwarna merah besar yang tergantung. Gue pun jadi pengen beli itu chiki.

Gue nanya ke yang dagang.

"Mas, chiki itu harganya berapaan ?"

Si tukang dagangnya jawab

"Oh itu dek, itu Cebanan (10 rebu)"

Gue terperanjat kaget.

"Hahhh, nggak salah ? 1 biji harganya ceban ?"

Dengan gaya tenangnya si pedagang menjawab.

"Ini chiki limited edition dek, liat aja tuh tinggal satu-satunya yang tersisa, bungkusnya juga gede kan"

Gue mikir mungkin ada benernya juga, chiki itu limited edition karena cuma ada satu biji. Dan dengan kecepatan kilat, gue samber itu chiki limited edition dan membayarnya. Setelah gue udah punya cemilan, giliran temen gue itu yang mulah-milih cemilannya. Gue nungguin lama bener dia milihnya. Gue udah kayak nemenin cewek kalo lagi shopping...lama bener sampe gue sendiri hampir berlumut.

Setelah dia selesai milih, dan dia mau bayar dengan menanyai si pedagang

"g@#*@op^¢=^`℅\{¢™\=¢{"

Si pedagang terheran-heran

"Dek ngomong apaan ?"

Dia ngejawab lagi

"@e+#u,zi*+#+z$&Jt(#;s"

Gue semakin yakin bahwa temen gue itu Alien karena dia bisa berbahasa Alien (ternyata dia ngomongnya nggak jelas karena lagi keselek ludah sendiri).

Dan kita pun pergi ke suatu tempat (kita berdua menyebutnya basecamp) untuk menyantap cemilan kita masing-masing. Pas gue buka chiki punya gue, gue langsung panik karena isi chikinya cuma beberapa biji.

Kata gue.

"Anjrit, gue ketipu beli chiki ginian. Bungkusnya aja yang gede, isinya kempos, penuh sama angin"

Terus gue makan itu chiki...

"Anjrit...kok kayak pahit-pahit asem gitu yah ini chiki"

Gue liat tanggal produksinya, ternyata itu chiki udah kadaluarsa dari setahun yang lalu. Pantes aja itu chiki cuma tinggal satu, karena emang itu chiki kadaluarsa yang orang lain pasti nggak mau pada beli. Hancur sudah rencana gue untuk mengganjel perut gue yang berbunyi seperti Lagu Coldplay ini.

Temen gue itu pun puas ngetawain gue...dia ngetawain gue sampe cemilan yang ada ditenggorokannya pada muncrat keluar dari mulutnya.
Anehnya... kok suara ngakaknya aneh. Kan kalo manusia ketawa itu suaranya 'hahahahaha'...nah temen gue suara ketawanya itu 'gauwnziwbzuwbu'.

Gue jadi semakin yakin itulah suara Alien kalo ketawa (ternyata dia ketawa sambil keselek cemilan ditenggorokannya).

Gue punya fakta yang tak bisa terbantahkan lagi, bahwa sahabat gue itu emang benar-benar Alien rantauan dari planet Mars. Waktu itu hari dimana kita semakin dekat dengan hari kelulusan SMP. Para siswa sibuk mempersiapkan skill-skill yang mereka punya untuk ujian praktek dan ditunjukan kepada para penonton. Kebetulan teman-teman gue itu banyak yang berbakat dan mempunyai skill yang tak perlu diragukan lagi. Ada yang berbakat ngerayu cewek, ada yang tukang tidur, ada yang hobi makan, ada yang suka ngelawak (tapi garing) dan yang terakhir adalah siswa yang paling berbakat seSMP gue. Skillnya sudah diakui seantero negeri bahkan sampai mancanegara. Dia itu punya bakat antimainstream yang orang lain nggak punya.

Yaitu...

Maling pulpen...

Entah kenapa dia itu selalu lolos dari tuduhan maling teman-teman. Emang bakat dari lahir kali ya mungkin. Dia bisa menghilangkan pulpen teman-temannya kurang dari hitungan detik. Yah kira-kira sekitar 0,03 milidetik. Coba kalo gue punya bakat kayak gitu. Mungkin gue nggak bakalan tiap hari beli pulpen karena emang tiap hari pulpen gue hilang melulu (gue korban si siswa tukang maling pulpen).

Waktu para siswa telah bersiap-siap tampil ujian praktek Seni Budaya, gue tiba-tiba kebelet ingin ke Toilet.

Kata gue dalam hati.

"Anjrit, mau ujian praktek malah kebelet"

Lalu gue ngebelecir ke Toilet karena nggak tahan mau kencing karena kebanyakan minum air kran. Sesampainya di Toilet, Toilet itu pada dipake dan pintunya ditutup semua.

Kata gue

"Anjrit, buruan dong, udah nggak tahan nih..."

Keselnya, nggak ada satupun yang ngejawab omongan gue ini.

Dalam hati gue ngomong

"Anjrit, mereka kok pada ngga jawab, apa jangan-jangan...mereka terbunuh didalem Toilet ?????"

Gue sudah bingung mau ngapain kalo mereka memang terbunuh didalam Toilet. Karena naluri detektif gue lagi redup, karena lagi nahan kencing. Tiba-tiba salah satu pintu terbuka. Dan gue sontak kaget melihat sosok yang keluar dari dalam toilet tersebut. Hampir aja gue ngompol dicelana, tapi untungnya cuma keluar setetes.

Makhluk tersebut berwarna hijau dan bertelanjang dada...

Gue sangat yakin kalo itu adalah Alien...

Sosok tersebut berbicara

"Woy, tunggu bentaran kenapa sih"

Suaranya berasa tak asing ditelinga gue...kayak suaranya sahabat gue. Setelah gue menatap cukup lama wajahnya, gue mengenalinya. Ternyata dia adalah sahabat gue. Gue semakin yakin dia itu sosok alien, dan dia itu sedang menampakan wujud aslinya sebagai Alien penghuni planet Mars (padahal dia sedang dandan untuk berperan jadi hulk pada ujian praktek).

Sebenarnya masih banyak fakta mencengangkan yang dapat membuktikan bahwa teman satu-satunya sekaligus sahabat gue itu Alien. Tapi gue takut keluarganya pada baca blog ini lalu nyuci otak gue dan gue jadi hilang ingatan, tapi nggak apa-apalah gue hilang ingatan, biar bisa ngilangin kenangan mantan juga (nah, baper lagi)

Terlepas dari semua itu, dia tetap sahabat terbaik gue. Dia itu temenan sama gue bukan karena ada maunya, tapi dia bener-bener tulus banget temenan sama gue. Nggak kayak gebetan gue yang ngedeketin gue cuma ada maunya. Gue bersyukur banget punya sahabat kayak dia. Tuhan memang maha penyayang ya kepada hambaNya. Buktinya kalo Tuhan nggak sayang, mungkin kalian akan ditelantarkan begitu saja tanpa seorang pun yang mampu menggenggam erat tangan ketika kita lemah terjatuh dan tak bisa berbuat apa-apa...

Kita menggoreskan kenangan indah bersama-sama...
Akan gue ingat selalu hal itu...
Sampai kapanpun...
Tak akan pernah pudar...
Untuk selama-lamanya...

Now, you are my Friends...
Who you are, i don't care...
You are not walk alone...
We are one friend...
Let's go ahead the world together !






Komentar